Thursday, November 10, 2011

pengaruh orang tua terhadap prestasi anak

                                   BAB I
PENDAHULUAN

A.      Penegasan Istilah
Pendidikan adalah usaha manusia dalam meningkatkan pengetahuan tentang alam sekitarnya. Pendidikan diawali dengan proses belajar untuk mengetahui suatu hal kemudian mengolah informasi tersebut untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan dalam lingkungan keluarga memiliki peranan penting terhadap perkembangan anak. Orang tua mereka bertanggung jawab terhadap semua peningkatan dan kemajuan pendidikan anak-anaknya. Keluargalah yang menjadi penopang hidup sekaligus sebagai penentu masa depan anak.
Dalam sebuah keluarga, pendidikan diawali sejak anak masih dalam ayunan, ditimang dan dibelai untuk kemudian dibentuk sebuah karakter anak yang diharapkan. Peran penting keluarga merupakan hal yang paling berpengaruh besar terhadap jiwa dan perkembangan mental anak-anak, mereka diberi bekal ilmu dan pengetahuan yang orang tua miliki.
Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor intern dan ekstern, faktor intern misalnya adalah kemauan dan niat anak, bakat, serta kesungguhan. Faktor ekstern misalnya dorongan orang tua atau teman, pengaruh lingkungan dan sebagainya.


B.      Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap individu, baik anak-anak, dewasa maupun orang tua. Ada istilah mengatakan “tidak ada kata terlambat untuk belajar”
Betapa penting dan perlunya pendidikan itu bagi anak-anak. Dan jelaslah pula mengapa anak-anak itu harus mendapat pendidikan. “Pendidikan ialah segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan”.
“Pendidikan ialah pimpinan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak-anak, dalam pertumbuhannya (jasmani dan rohani) agar berguna bagi diri sendiri dan bagi masyarakat”.


C.     Perumusan Masalah
Pembahasan materi ini meliputi :
a.   Apa arti pendidikan.
b.   Peranan orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar anak.
c.   Masalah yang dihadapi orang tua dalam upaya peningkatan prestasi belajar anak.
d.   Pemecahan masalah yang berkaitan dengan upaya peningkatan prestasi belajar anak.


D.      Alasan Pemilihan Judul
Pada kesempatan ini penulis mengambil judul “Pengaruh peran orang tua terhadap prestasi anak” karena pada dasarnya setiap individu memerlukan bimbingan dan dorongan orang tua dalam meningkatkan pendidikan, ilmu dan pengetahuan serta perkembangan dalam hidupnya. Dengan peran serta orang tua, anak diharapkan dapat menemukan jati dirinya. Menjadi seorang yang mandiri dalam bersikap dan matang dalam pemikiran. Seorang anak menjadi mengerti apa arti hidup dan kehidupan, oleh karena itu dituntut untuk mendapatkan pendidikan setinggi mungkin dengan dukungan dan dorongan dari orang tua.



E.      Tujuan Pembuatan Karya Ilmiah
Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah :
  1. Menggali informasi mengenai peran serta orang tua terhadap prestasi anak sebagai sumber pengetahuan penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.
  2. Melengkapi tugas salah satu mata kuliah.
  3. Mengenalkan arti, bentuk dan fungsi peranan orang tua kepada anak.
  4. Sebagai sumbangsih pengetahuan untuk masyarakat mengenai “Pengaruh peran orang terhadap prestasi anak”.
  5. Mencari sumber informasi untuk dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

F.      Sistematika Pembahasan
Dalam penulisan Karya Ilmiah ini penulis mengambil tema “Organisasi Masyarakat” yang informasinya di dapat penulis dengan cara :

1.   Observasi
2.   Tanya Jawab
3.   Referensi Buku
Dalam penyusunan ini penulis membaginya menjadi 3 (tiga) bab yaitu Bab I berisi Pendahuluan, Bab II Tema Tulisan, dan Bab III berisi penutup.

BAB II
PENGARUH PERAN ORANG TUA
TERHADAP PRESTASI ANAK

A.      Pengertian
Pendidikan adalah usaha manusia dalam meningkatkan ilmu dan pengetahuan dalam kehidupan. Pendidikan terbagi menjadi :
a.   Pendidikan Keluarga
      Adalah pendidikan yang berada dalam lingkungan keluarga.
b.   Pendidikan masyarakat/sosial
      Adalah pendidikan yang berada dalam lingkungan maskarakat, terdiri atas kursus-kursus,  pelatihan dan lain sebagainya yang bersifat informal.
c.   Pendidikan Sekolah
     Adalah pendidikan yang berada dalam lingkungan sekolah.

B.      Tujuan Pendidikan
Pemerintah Indonesia telah menggariskan dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran itu di dalam Undang-undang nomor 12 tahun 1954, terutama pasal 3 dan 4 yang berbunyi sebagai berikut:
Pasal 3 : Tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air.
Pasal 4 : Pendidikan dan pengajaran berdasar atas asas-asas yang termaktub dalam "Panca Sila" Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia.
Kalau kita meneliti apa yang tercantum pada pasal-pasal di atas, maka nyatalah apa yang menjadi tujuan pendidikan itu, yaitu:

a. membentuk manusia susila
b. membentuk manusia susila yang cakap,
c. membentuk warga negara,
d. membentuk warga negara yang demokratis,
e. membentuk warga negara yang bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air.

C.      Pengaruh Peran Orang Tua terhadap Prestasi Anak
Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Masalah yang dihadapi dunia pendidikan itu sangat luas pertama sifat sasarannya yaitu manusia sebagai makhluk misteri, kedua karena usaha pendidikan harus mengantisipasi kehari depan yang tidak segenap seginya terjangkau oleh kemampuan daya ramal manusia.
Peran serta adalah ikut berupayanya orang tua terhadap kemajuan pendidikan anak-anaknya, ini dilakukan agar prestasi dan semangat belajar anak-anaknya meningkat. Peran serta ini dapat dilakukan langsung ataupun tidak langsung. Dalam peningkatan prestasi belajar anak saat ini orang tua banyak melakukan terobosan-terobosan, antara lain dengan menyekolahkan anak ke sekolah-sekolah favorite, memasukan anak ke lembaga-lembaga kursus, serta memberikan les tambahan kepada anak.
Orang tua yang peduli terhadap kemajuan anaknya akan berusaha memberikan apa yang terbaik bagi anak-anak mereka, memberikan segala fasilitas yang diinginkan guna mencapai prestasi anak yang semaksimal mungkin. Berbeda dengan orang tua yang kurang peduli dengan perkembangan dan prestasi anak, mereka cenderung masa bodoh, mengandalkan pendidikan hanya pada sekolah semata sementara perhatian dari orang tua kurang atau bahkan tidak sama sekali. Mereka seharusnya sadar bahwa segala tindakan mereka sangat berpengaruh terhadap masa depan anaknya.
Secara umum prestasi anak terbagi menjadi tiga, golongan atas, menengah dan bawah. Ketiga golongan ini biasanya dipengaruhi oleh faktor bakat dan kemauan. Bukan berarti anak yang prestasinya kelas bawah dikarenakan karena mereka bodoh, tetapi lebih cenderung dipengaruhi oleh kurangnya dorongan orang tua terhadap kemauan belajar anak.
Bentuk peran serta orang tua terhadap perkembangan prestasi anak antara lain :
1. Memberikan semangat terhadap diri anak akan pentingnya suatu pendidikan untuk masa depan mereka.
2. Sebagai fasilitator terhadap segala kegiatan mereka.
3. Menjadi sumber ilmu dan pengetahuan dalam keluarga.
4. Memberikan motivasi kepada anak untuk selalu meningkatkan prestasi belajar mereka.
5. Sebagai tempat bertanya dan mengaduh terhadap hal-hal yang menjadi permasalahan anak.
6. Memberikan arahan yang jelas untuk masa depan anak-anaknya.
Dengan peran serta orang tua tersebut maka kemajuan dan peningkatan prestasi belajar anak di sekolah dapat terus meningkat, seiring dengan bertambahnya usia dan daya nalar anak. Pemberian tugas kepada anak dapat melatih mereka untuk dapat bertanggung jawab terhadap diri mereka dan kepada orang lain.
Kurangnya peran serta orang tua dapat menjadikan anak sebagai jiwa atau pribadi yang merasa tidak diabaikan, merasa tidak berguna dan bahkan cenderung untuk menyalahkan orang lain dalam tindakannya di masyarakat. Mereka yang kurang mendapat dukungan dari orang tua menganggap bahwa orang tua mereka tidak peduli terhadap mereka dan cenderungmemberi jarak antara mereka dengna orang tua mereka.


D.      Permasalahan dan Pemecahan Masalah berkaitan dengan peran serta orang tua
1. Masalah
Permasalahan umum yang dialami oleh setiap orang tua dalam memberikan dukungan terhadap anak-anaknya banyak dikarenakan kesibukan mereka mencari nafkah, mereka berdalih bahwa mereka sangat tidak mempunyai waktu untuk sekedar membantu mengerjakan pekerjaan rumah (PR) bagi anaknya. Orang tua merasa bahwa waktu yang mereka miliki tidak sampai atau tidak mencukupi untuk memberikan bimbingan bagi anaknya, waktu semuanya dihabiskan untuk bekerja dan bekerja.
Selain permasalahan di atas, kendala Sumber Daya Manusia (SDM) orang tua menjadi penyebab kurangnya mereka dalam ikut serta meningkatkan prestasi anaknya. Banyak orang tua yang tidak mengenyam pendidikan tinggi, bahkan tidak sedikit mereka yang tidak bersekolah sama sekali. Umumnya mereka adalah orang tua tempo dulu atau orang tua yang hidup di tempat-tempat pedalaman atu desa yang masih belum maju.

2. Pemecahan
Peran serta orang tua hendaknya sedini mungkin diterapkan pada anak-anak mereka, ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi anak-anak agar menjadi pribadi yang maju dan bertanggung jawab. Seberat apapun permasalahan mereka pasti dapat dilalui apabila mendapat dukungan dan bantuan dari orang tua.
Sebagai orang tua hendaknya menanamkan semangat dan disiplin kepada anak-anak mereka agar dapat berprestasi di sekolah dan kedisiplinan menjadi kunci untuk mencapai keberhasilan. Kemandirian bukan berarti tanpa dukungan dari orang lain, namun kemandirian adalah usaha untuk menjalankan atau melaksanakan segala pekerjaan dengan mengandalkan kemampuan sendiri dengan dukungna dan dorongan dari orang lai.

BAB III
PENUTUP


A.      Kesimpulan
Pendidikan adalah usaha manusia dalam meningkatkan pengetahuan tentang alam sekitarnya. Pendidikan diawali dengan proses belajar untuk mengetahui suatu hal kemudian mengolah informasi tersebut untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Indonesia telah menggariskan dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran itu di dalam Undang-undang nomor 12 tahun 1954, terutama pasal 3 dan 4 yang berbunyi sebagai berikut:
1) Pasal 3, Tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air.
2) Pasal 4, Pendidikan dan pengajaran berdasar atas asas-asas yang termaktub dalam "Panca Sila" Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia.
Bentuk peran serta orang tua terhadap perkembangan prestasi anak antara lain :
  1. Memberikan semangat terhadap diri anak akan pentingnya suatu pendidikan untuk masa depan mereka.
  2. Sebagai fasilitator terhadap segala kegiatan mereka.
  3. Menjadi sumber ilmu dan pengetahuan dalam keluarga.
  4. Memberikan motivasi kepada anak untuk selalu meningkatkan prestasi belajar mereka.
  5. Sebagai tempat bertanya dan mengaduh terhadap hal-hal yang menjadi permasalahan anak.
  6. Memberikan arahan yang jelas untuk masa depan anak-anaknya.


B.      Saran
Untuk peningkatan prestasi belaj anak dalam menempuh pendidikan yang berkualitas, maka saran yang penulis berikan antara lain :
  1. Meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pendidikan dengan memberikan nuansa belajar yang nyaman, menarik dan menyenangkan.
  2. Pengembangan kemampuan tenaga kependidikan melalui studi lanjut, latihan, penataran, seminar, kegiatan-kegiatan kelompok studi seperti PKG dan lain-lain.
  3. Meningkatkan peran serta orang tua semaksimal mungkin untuk dapat membimbing dan mengarahkan akan untuk lebih berprestasi dalam pendidikan mereka.
  4. Memberikan pengertian kepada semua orang tua bahwa masa depan anak ada di tangan mereka, dan pengorbanan yang tulus hendaknya mereka berikan untuk kemajuan anak-anak mereka kelak.
Diposkan jerry tanz

Sunday, November 6, 2011

belajar tajwid


Hukum nun mati dan tanwin
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hukum nun mati dan tanwin
Hukum mim mati
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hukum mim mati
Hukum mim dan nun tasydid
Hukum mim dan nun tasydid juga disebut sebagai wajibal ghunnah (ﻭﺍﺟﺐ ﺍﻟﻐﻨﻪ) yang bermakna bahwa pembaca wajib untuk mendengungkan bacaan. Maka jelaslah yang bacaan bagi kedua-duanya adalah didengungkan. Hukum ini berlaku bagi setiap huruf mim dan nun yang memiliki tanda syadda atau bertasydid (ﻡّ dan نّ).
Contoh: ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨﱠﺔ ﻭَﺍﻟﻨﱠﺎﺱِ
[sunting] Hukum alif lam ma'rifah
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Alif Lam
Alif lam ma'rifah adalah dua huruf yang ditambah pada pangkal/awal dari kata yang bermakna nama atau isim .Terdapat dua jenis alif lam ma'rifah yaitu qamariah dan syamsiah.
Alif lam qamariah ialah lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah, seperti: alif/hamzah(ء), ba' (ب), jim (ج), ha' (ح), kha' (خ), 'ain (ع), ghain (غ), fa' (ف), qaf (ق), kaf (ك), mim (م), wau (و), ha' (ﮬ) dan ya' (ي). Hukum alif lam qamariah diambil dari bahasa arab yaitu al-qamar (ﺍﻟﻘﻤﺮ) yang artinya adalah bulan. Maka dari itu, cara membaca alif lam ini adalah dibacakan secara jelas tanpa meleburkan bacaannya.
Alif lam syamsiah ialah lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah seperti: ta' (ت), tha' (ث), dal (د), dzal (ذ), ra' (ر), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), tho (ط), zho (ظ), lam (ل) dan nun (ن). Nama asy-syamsiah diambil dari bahasa Arab (ﺍﻟﺸﻤﺴﻴﻪ) yang artinya adalah matahari. Maka dari itu, cara membaca alif lam ini tidak dibacakan melainkan dileburkan kepada huruf setelahnya.
[sunting] Lihat pula
Huruf syamsiah dan qamariah
Hukum idgham
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: idgham
Idgham (ﺇﺩﻏﺎﻡ) adalah berpadu atau bercampur antara dua huruf atau memasukkan satu huruf ke dalam huruf yang lain. Maka dari itu, bacaan idgham harus dilafazkan dengan cara meleburkan suatu huruf kepada huruf setelahnya. Terdapat tiga jenis idgham:

Idgham mutamathilain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻤﺎﺛﻠﻴﻦ - yang serupa) ialah pertemuan antara dua huruf yang sama sifat dan makhrajnya (tempat keluarnya) dal bertemu dal dan sebagainya. Hukum adalah wajib diidghamkan. Contoh: ﻗَﺪ ﺩَﺨَﻠُﻮاْ.
Idgham mutaqaribain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻘﺎﺭﺑﻴﻦ - yang hampir) ialah pertemuan dua huruf yang sifat dan makhrajnya hampir sama, seperti ba' bertemu mim, qaf bertemu kaf dan tha' bertemu dzal. Contoh: ﻧَﺨْﻠُﻘڪُﻢْ
Idgham mutajanisain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﺠﺎﻧﺴﻴﻦ - yang sejenis) ialah pertemuan antara dua huruf yang sama makhrajnya tetapi tidak sama sifatnya seperti ta' dan tha, lam dan ra' serta dzal dan zha. Contoh:
ﻗُﻞ ﺭَﺏﱢ
Hukum mad
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hukum mad
Mad bermaknya yaitu melanjutkan atau melebihkan. Dari segi istilah ulama tajwid dan ahli bacaan, mad bermakna memanjangkan suara dengan lanjutan menurut kedudukan salah satu dari huruf mad. Terdapat dua bagian mad, yaitu mad asli dan mad far'i. Terdapat tiga huruf mad yaitu alif, wau, dan ya' dan huruf tersebut haruslah berbaris mati atau saktah. Panjang pendeknya bacaan mad diukur dengan menggunakan harakat.
Lihat juga: Hukum mad, Harakat.
Hukum ra'

Hukum ra' adalah hukum bagaimana membunyikan huruf ra' dalam bacaan. Terdapat tiga cara yaitu kasar atau tebal, halus atau tipis, atau harus dikasarkan dan ditipiskan.
Bacaan ra' harus dikasarkan apabila:
Setiap ra' yang berharakat atas atau fathah.
Contoh: ﺭَﺑﱢﻨَﺎ
Setiap ra' yang berbaris mati atau berharakat sukun dan huruf sebelumnya berbaris atas atau fathah.
Contoh: ﻭَﺍﻻَﺭْﺽ
Ra' berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah atau kasrah.
Contoh: ٱﺭْﺟِﻌُﻮْﺍ
Ra' berbaris mati dan sebelumnya huruf yang berbaris bawah atau kasrah tetapi ra' tadi berjumpa dengan huruf isti'la'.
Contoh: ﻣِﺮْﺻَﺎﺪ
Bacaan ra' yang ditipiskan adalah apabila:
Setiap ra' yang berbaris bawah atau kasrah.
Contoh: ﺭِﺟَﺎﻝٌ
Setiap ra' yang sebelumnya terdapat mad lain
Contoh: ﺧَﻴْﺮٌ
Ra' mati yang sebelumnya juga huruf berbaris bawah atau kasrah tetapi tidak berjumpa dengan huruf isti'la'.
Contoh: ﻓِﺮْﻋَﻮﻦَ
Bacaan ra' yang harus dikasarkan dan ditipiskan adalah apabila setiap ra' yang berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah dan kemudian berjumpa dengan salah satu huruf isti'la'.
Contoh: ﻓِﺮْﻕ
Isti'la' (ﺍﺳﺘﻌﻼ ﺀ): terdapat tujuh huruf yaitu kha' (خ), sod (ص), dhad (ض), tha (ط), qaf (ق), dan zha (ظ).
Qalqalah
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: kalkalah
Qalqalah (ﻗﻠﻘﻠﻪ) adalah bacaan pada huruf-huruf qalqalah dengan bunyi seakan-akan berdetik atau memantul. Huruf qalqalah ada lima yaitu qaf (ق), tha (ط), ba' (ب), jim (ج), dan dal (د). Qalqalah terbagi menjadi dua jenis:
Qalqalah kecil yaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu berbaris mati dan baris matinya adalah asli karena harakat sukun dan bukan karena waqaf.
Contoh: ﻴَﻄْﻤَﻌُﻮﻥَ, ﻴَﺪْﻋُﻮﻥَ
Qalqalah besar yaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu dimatikan karena waqaf atau berhenti. Dalam keadaan ini, qalqalah dilakukan apabila bacaan diwaqafkan tetapi tidak diqalqalahkan apabila bacaan diteruskan.
Contoh: ٱﻟْﻔَﻟَﻖِ, ﻋَﻟَﻖٍ
Makhraj huruf
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Makhraj
] Sifat huruf
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sifat huruf
Waqaf (وقف)
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Wakaf (tajwid)
Waqaf dari sudut bahasa ialah berhenti atau menahan, manakala dari sudut istilah tajwid ialah menghentikan bacaan sejenak dengan memutuskan suara di akhir perkataan untuk bernapas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan. Terdapat empat jenis waqaf yaitu:
ﺗﺂﻡّ (taamm) - waqaf sempurna - yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan yang dibaca secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, dan tidak memengaruhi arti dan makna dari bacaan karena tidak memiliki kaitan dengan bacaan atau ayat yang sebelumnya maupun yang sesudahnya;
ﻛﺎﻒ (kaaf) - waqaf memadai - yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, namun ayat tersebut masih berkaitan makna dan arti dari ayat sesudahnya;
ﺣﺴﻦ (Hasan) - waqaf baik - yaitu mewaqafkan bacaan atau ayat tanpa memengaruhi makna atau arti, namun bacaan tersebut masih berkaitan dengan bacaan sesudahnya;
ﻗﺒﻴﺢ (Qabiih) - waqaf buruk - yaitu mewaqafkan atau memberhentikan bacaan secara tidak sempurna atau memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat, wakaf ini harus dihindari karena bacaan yang diwaqafkan masih berkaitan lafaz dan maknanya dengan bacaan yang lain.
Tanda-tanda waqaf
Tanda mim ( مـ ) disebut juga dengan Waqaf Lazim. yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm (sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya. Tanda mim ( م ), memiliki kemiripan dengan tanda tajwid iqlab, namun sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya;
tanda tho ( ﻁ ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti.
tanda jim ( ﺝ ) adalah Waqaf Jaiz. Lebih baik berhenti seketika di sini walaupun diperbolehkan juga untuk tidak berhenti.
tanda zha ( ﻇ ) bermaksud lebih baik tidak berhenti;
tanda sad ( ﺹ ) disebut juga dengan Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak berhenti namun diperbolehkan berhenti saat darurat tanpa mengubah makna. Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya, dalam kata lain lebih diperbolehkan berhenti pada waqaf sad;
tanda sad-lam-ya' ( ﺻﻠﮯ ) merupakan singkatan dari "Al-washl Awlaa" yang bermakna "wasal atau meneruskan bacaan adalah lebih baik", maka dari itu meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik;
tanda qaf ( ﻕ ) merupakan singkatan dari "Qiila alayhil waqf" yang bermakna "telah dinyatakan boleh berhenti pada wakaf sebelumnya", maka dari itu lebih baik meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan;
tanda sad-lam ( ﺼﻞ ) merupakan singkatan dari "Qad yuushalu" yang bermakna "kadang kala boleh diwasalkan", maka dari itu lebih baik berhenti walau kadang kala boleh diwasalkan;
tanda Qif ( ﻗﻴﻒ ) bermaksud berhenti! yakni lebih diutamakan untuk berhenti. Tanda tersebut biasanya muncul pada kalimat yang biasanya pembaca akan meneruskannya tanpa berhenti;
tanda sin ( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti seketika tanpa mengambil napas. Dengan kata lain, pembaca haruslah berhenti seketika tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan;
tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) bermaksud sama seperti waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), namun harus berhenti lebih lama tanpa mengambil napas;
tanda Laa ( ﻻ ) bermaksud "Jangan berhenti!". Tanda ini muncul kadang-kala pada penghujung mahupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka tidak dibenarkan untuk berhenti dan jika berada di penghujung ayat, pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak;
tanda kaf ( ﻙ ) merupakan singkatan dari "Kadzaalik" yang bermakna "serupa". Dengan kata lain, makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul;
tanda bertitik tiga ( ... ...) yang disebut sebagai Waqaf Muraqabah atau Waqaf Ta'anuq (Terikat). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.

1. Idghom bighunnah (berdengung pada hidung) : yaitu jika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf : و م ن ي
Ketika membaca bacaan idhom bighunnah harus ditahan selama satu alif atau dua harokat.
liqowmiy - yu'minūn

2. Idghom bilāghunnah (tidak berdengung) : yaitu jika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf :ل ر
hudal - lilmuttaqīn yubayil - lanā


Ketika membaca bacaan idhom bilāghunnah tidak boleh ditahan.
Hukum bacaan Idghom trejadi hanya bila nun mati dan huruf idghom terdapat dalam dua kata yang terpisah, dan bila nun mati dan huruf idghom terdapat dalam satu kata, maka cara membacanya harus jelas suara "N"nya (Izh-har Mutlaq).
Selain jenis idghom di atas, masih ada lagi jenis idghom lainnya, yaitu :

a) IDGHOM MUTAMATSILAIN
Terjadi apabila bertemunya dua huruf yang sama makhroj dan sifatnya di mana huruf pertama mati dan huruf keduanya hidup.


b) IDGHOM MUTAJANISAIN
Terjadi apabila bertemunya dua huruf yang makhroj dan sifatnya sama/sejenis di mana huruf pertama mati dan huruf keduanya hidup..

c) IDGHOM MUTAQORAIBAIN
Terjadi apabila bertemunya dua haruf yang makhroj dan sifatnya berdekatan di mana huruf pertama mati dan huruf keduanya hidup..
Contoh :
Ba bertemu mim

tsa bertemu dzal
Qaf bertemu kaf
Ikhfa artinya menyamarkan, yaitu menyamarkan suaran nun mati atau tanwin (antara suara "N" atau "NG") sehingga menimbulkan suara berdengung di hidung bila bertemu salah satu daru huruf-huruf ikhfa. Bacaan ikhfa harus ditahan selama satu alif atau dua harokat. Adapun huruf ikhfa ada 15, yaitu :


Contoh bacaan




Iqlab artinya mengganti/menukar/membalikkan, yakni menukar/mengganti bacaan nun mati atau tanwin menjadi suara "M" dengan berdengung ketika bertemu dengan huruf ba. Bacaan iqlab harus ditahan selama satu alif atau dua harokat.
Contoh :

IHKFA SYAFAWI
Yaitu apabila mim mati bertemu dengan ba, maka membacanya dengan menyamarkan suara mim dan dengan suara dengung (ghunnah) selama satu alif atau dua harokat.
Contoh :

IZH-HAR SYAFAWI
Yaitu apabila mim mati bertemu dengan huruf-huruf selain mim dan ba, maka membacanya harus dengan jelas.
Contoh :

Adapum mim dam nun bertasydid itu dibaca dengan berdengung di hidung selama satu - satu setengah alif atau dua - tiga harokat. Hukum bacaan ini disebut WAJIBUL GHUNNAH / TAJIBUL GHUNNAH.
Hukum bacaan ro itu ada tiga macam , yaitu :
1. TAFKHIM, artinya ro dibaca tebal
RO dibaca tebal apabila dalam keadaan :
a. RO berbaris fathah/fathatain atau dhommah/dhommatai
b. RO mati/sukun dan huruf sebelumnya berbaris fathah atau dhommah
c. RO mati bila di hadapannya terdapat huruf berbaris fathah atau kasroh dan huruf sebelumnya berbaris kasroh 'aridhoh berhamzah washol (hamzal washolnya tidak dibaca)
d. RO di akhir kalimat yang berbaris fathah, dhommah/dhommatian, atau kasroh/kasrotain di akhir kalimat/ayat yang diwaqofkan (berhenti) yang didahului huruf berbaris dhoomah atau fathah.
e. RO di akhir kalimat yang berbaris fathah, dhommah/dhommatian, atau kasroh/kasrotain di akhir kalimat/ayat yang diwaqofkan (berhenti) didahului huruf selain huruf 'ya' yang berbaris mati/sukun dan didahului lagi huruf berbaris fathah atau dhommah.
2. TARQIQ, artinya ro dibaca tipis
RO dibaca tipis bila dalam keadaan :
a. RO berbaris karoh atau kasrotain
b. RO mati/sukun didahului huruf berbaris kasroh
c. RO yang berbaris fathah, dhommah/dhommatian, atau kasroh/kasrotain di akhir kalimat/ayat yang diwaqofkan (berhenti) yang didahului huruf berbaris kasroh.
d. RO bertanda hidup (kasro/kasrotain atau dhoma/dhommatain) yang didahului oleh huruf ya mati/sukun dan diwaqofkan (berhenti)
e. RO di akhir kalimat yang berbaris fathah, dhommah/dhommatian, atau kasroh/kasrotain di akhir kalimat/ayat yang diwaqofkan (berhenti) didahului huruf selain huruf 'ya' yang berbaris mati/sukun dan didahului lagi huruf berbaris kasroh.
3. TARQIQ DAN TAFKHIM, artinya ro boleh dibaca tipis atau tebal.
RO mati dan huruf sebelumnya berbaris kasroh kemudian di hadapannya ada salah satu huruf isti'la
Arti dari mad adalah memanjangkan suara suatu bacaan. Huruf mad ada tiga yaitu : ا و ي
Jenis mad terbagi 2 macam, yaitu :
1. Mad Ashli / mad thobi'i
Mad Ashli / mad thobi'I terjadi apabila :
- huruf berbaris fathah bertemu dengan alif
- huruf berbaris kasroh bertemu dengan wawu mati
- huruf berbaris dhommah bertemu dengan ya mati
Panjangnya adalah 1 alif atau dua harokat.
contoh :
2. Mad far'i
Adapun jenis mad far'i ini terdiri dari 13 macam, yaitu :
1) Mad Wajib Muttashil
Yaitu setiap mad thobi'i bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Panjangnya adalah 5 harokat atau 2,5 alif. (harokat = ketukan/panjang setiap suara)
2) Mad Jaiz Munfashil
Yaitu setiap mad thobi'i bertemu dengan hamzah dalam kata yang berbeda.
Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif).
3) Mad Aridh Lisukuun
Yaitu setiap mad thobi'i bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca waqof (berhenti).
Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif). Apabila tidak dibaca waqof, maka hukumnya kembali seperti mad thobi'i.
4) Mad Badal
Yaitu mad pengganti huruf hamzah di awal kata. Lambang mad madal ini biasanya berupa tanda baris atau kasroh tegak .
Panjangnya adalah 2 harokat (1 alif)
5) Mad 'Iwad
Yaitu mad yang terjai apabila pada a
khir kalimat terdapat huruf yang berbaris fathatain dan dibaca waqof.
Panjangnya 2 harokat (1 alif).
6) Mad Lazim Mutsaqqol Kalimi
Yaitu bila mad thobi'i bertemu dengan huruf yang bertasydid.
Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif).
7) Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi
Yaitu bila mad thobi'i bertemu dengan huruf sukun atau mati.
Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif).
8) Mad Lazim Harfi Musyba'
Mad ini terjadi hanya pada awal surat dalam al-qur'an. Huruf mad ini ada delapan, yaitu :
Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif)
9) Mad Lazim Mukhoffaf harfi ( )
Mad ini juga terjadi hanya pada awal surat dalam al-qur'an. Huruf mad ini ada lima, yaitu :
Panjangnya adalah 2 harokat.
10) Mad Layyin
Mad ini terjadi bila :
huruf berbaris fathah bertemu wawu mati atau ya mati, kemudian terdapat huruf lain yg juga mempunyai baris.
Mad ini terjadi di akhir kalimat kalimat yang dibaca waqof (berhenti).
Panjang mad ini adalah 2 - 6 harokat ( 1 - 3 alif).
1) Mad Shilah
Mad ini terjadi pada huruh "ha" di akhir kata yang merupakan dhomir muzdakkar mufrod lilghoib (kata ganti orang ke-3 laki-laki).
Syarat yang harus ada dalam mad ini adalah bahwa huruf sebelum dan sesudah "ha" dhomir harus berbaris hidup dan bukan mati/sukun.
Mad shilah terbagi 2, yaitu :
a) Mad Shilah Qashiroh
Terjadi bila setelah "ha" dhomir terdapat huruf selain hamzah. Dan biasanya mad ini dilambangkan dengan baris fathah tegak, kasroh tegak, atau dhommah terbalik pada huruf "ha" dhomir.
Panjangnya adalah 2 harokat (1 alif).
b) Mad Shilah Thowilah
Terjadi bila setelah "ha" dhomir terdapat huruf hamzah.
Panjangnya adalah 2-5 harokat (1 - 2,5 alif).
12) Mad Farqu
Terjadi bila mad badal bertemu dengan huruf yang bertasydid dan untuk membedakan antara kalimat istifham (pertanyaan) dengan sebuutan/berita.
Panjangnya 6 harokat.
13) Mad Tamkin
Terjadi bila 2 buah huruf ya bertemu dalam satu kalimat, di mana ya pertama berbaris kasroh dan bertasydid dan ya kedua berbaris sukun/mati.
Panjangnya 2 - 6 harokat (1 - 3 alif).
Qolqolah yaitu suatu hukum bacaan di mana suara dari huruf yang mati/sukun terdengar kembali atau muncul suara rangkap.
Huruf Qolqolah ada 5,
Qolqolah terbagii menjadi dua macam, yaitu :
1. Qolqolah Shughro
Terjadi apabila huruf qolqolah berbaris mati/sukun asli, dan umumnya berada di tengah kata.
2. Qolqolah kubro
Terjadi apabila huruf qolqolah berbaris hidup (fathah, kasroh, dhommah) di akhir kata kemudian dimatikan karena diwaqofkan.
Waqaf artinya berhenti, yaitu berhenti ketika membaca ayat-ayat Al-Qur'an baik di akhir ayat atau di pertengahan ayat.
Adapun tanda-tanda waqaf antara lain :


Saktah artinya berhenti sepintas/sebentar pada suatu kalimat tertentu dengan tidak melepaskan nafas. Di dalam Al-Qur'an terdapat 4 tanda saktah, yaitu :
Yasin : 52 Al-Kahfi : 1 Al-Qiyamah : 27 Al-Muthoffifin : 14

Saturday, July 2, 2011

persahabatan

saat kamu ribut sma pacar kamu dan curhat ke shabat, pasti shabat kasih saran yang terbaik buat kamu. tapi saat kamu ribut sma shabat km pacar pasti bilang uda masih bnyak tmn yang lain udah gsah maen lg sma dia. saat km mkn sma pacar terus kamu blang mau ngundang shabat km, pacar bilang, ga usah ganggu ajja. terus saat km mkn sama shabat kmu , kmau blng maun ngundang pacar km, shabat blng ajakin ajja biar seru and rame, , saat km dijauhin shabat kmu , pacar bilang uda ga usah sedih. mereka ga penting ko..tpi....... saat kamu ribut sma pacar kamu dan ptus sma pacar kmu.. sahabat bilang .. aku yakin kamu dapat yang terbaik dari dia, kita gkan tingglin km ko...
itu bukti ketulusan shabat kita..........

malaysia song