Sunday, November 6, 2011

belajar tajwid


Hukum nun mati dan tanwin
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hukum nun mati dan tanwin
Hukum mim mati
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hukum mim mati
Hukum mim dan nun tasydid
Hukum mim dan nun tasydid juga disebut sebagai wajibal ghunnah (ﻭﺍﺟﺐ ﺍﻟﻐﻨﻪ) yang bermakna bahwa pembaca wajib untuk mendengungkan bacaan. Maka jelaslah yang bacaan bagi kedua-duanya adalah didengungkan. Hukum ini berlaku bagi setiap huruf mim dan nun yang memiliki tanda syadda atau bertasydid (ﻡّ dan نّ).
Contoh: ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨﱠﺔ ﻭَﺍﻟﻨﱠﺎﺱِ
[sunting] Hukum alif lam ma'rifah
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Alif Lam
Alif lam ma'rifah adalah dua huruf yang ditambah pada pangkal/awal dari kata yang bermakna nama atau isim .Terdapat dua jenis alif lam ma'rifah yaitu qamariah dan syamsiah.
Alif lam qamariah ialah lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah, seperti: alif/hamzah(ء), ba' (ب), jim (ج), ha' (ح), kha' (خ), 'ain (ع), ghain (غ), fa' (ف), qaf (ق), kaf (ك), mim (م), wau (و), ha' (ﮬ) dan ya' (ي). Hukum alif lam qamariah diambil dari bahasa arab yaitu al-qamar (ﺍﻟﻘﻤﺮ) yang artinya adalah bulan. Maka dari itu, cara membaca alif lam ini adalah dibacakan secara jelas tanpa meleburkan bacaannya.
Alif lam syamsiah ialah lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah seperti: ta' (ت), tha' (ث), dal (د), dzal (ذ), ra' (ر), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), tho (ط), zho (ظ), lam (ل) dan nun (ن). Nama asy-syamsiah diambil dari bahasa Arab (ﺍﻟﺸﻤﺴﻴﻪ) yang artinya adalah matahari. Maka dari itu, cara membaca alif lam ini tidak dibacakan melainkan dileburkan kepada huruf setelahnya.
[sunting] Lihat pula
Huruf syamsiah dan qamariah
Hukum idgham
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: idgham
Idgham (ﺇﺩﻏﺎﻡ) adalah berpadu atau bercampur antara dua huruf atau memasukkan satu huruf ke dalam huruf yang lain. Maka dari itu, bacaan idgham harus dilafazkan dengan cara meleburkan suatu huruf kepada huruf setelahnya. Terdapat tiga jenis idgham:

Idgham mutamathilain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻤﺎﺛﻠﻴﻦ - yang serupa) ialah pertemuan antara dua huruf yang sama sifat dan makhrajnya (tempat keluarnya) dal bertemu dal dan sebagainya. Hukum adalah wajib diidghamkan. Contoh: ﻗَﺪ ﺩَﺨَﻠُﻮاْ.
Idgham mutaqaribain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻘﺎﺭﺑﻴﻦ - yang hampir) ialah pertemuan dua huruf yang sifat dan makhrajnya hampir sama, seperti ba' bertemu mim, qaf bertemu kaf dan tha' bertemu dzal. Contoh: ﻧَﺨْﻠُﻘڪُﻢْ
Idgham mutajanisain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﺠﺎﻧﺴﻴﻦ - yang sejenis) ialah pertemuan antara dua huruf yang sama makhrajnya tetapi tidak sama sifatnya seperti ta' dan tha, lam dan ra' serta dzal dan zha. Contoh:
ﻗُﻞ ﺭَﺏﱢ
Hukum mad
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hukum mad
Mad bermaknya yaitu melanjutkan atau melebihkan. Dari segi istilah ulama tajwid dan ahli bacaan, mad bermakna memanjangkan suara dengan lanjutan menurut kedudukan salah satu dari huruf mad. Terdapat dua bagian mad, yaitu mad asli dan mad far'i. Terdapat tiga huruf mad yaitu alif, wau, dan ya' dan huruf tersebut haruslah berbaris mati atau saktah. Panjang pendeknya bacaan mad diukur dengan menggunakan harakat.
Lihat juga: Hukum mad, Harakat.
Hukum ra'

Hukum ra' adalah hukum bagaimana membunyikan huruf ra' dalam bacaan. Terdapat tiga cara yaitu kasar atau tebal, halus atau tipis, atau harus dikasarkan dan ditipiskan.
Bacaan ra' harus dikasarkan apabila:
Setiap ra' yang berharakat atas atau fathah.
Contoh: ﺭَﺑﱢﻨَﺎ
Setiap ra' yang berbaris mati atau berharakat sukun dan huruf sebelumnya berbaris atas atau fathah.
Contoh: ﻭَﺍﻻَﺭْﺽ
Ra' berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah atau kasrah.
Contoh: ٱﺭْﺟِﻌُﻮْﺍ
Ra' berbaris mati dan sebelumnya huruf yang berbaris bawah atau kasrah tetapi ra' tadi berjumpa dengan huruf isti'la'.
Contoh: ﻣِﺮْﺻَﺎﺪ
Bacaan ra' yang ditipiskan adalah apabila:
Setiap ra' yang berbaris bawah atau kasrah.
Contoh: ﺭِﺟَﺎﻝٌ
Setiap ra' yang sebelumnya terdapat mad lain
Contoh: ﺧَﻴْﺮٌ
Ra' mati yang sebelumnya juga huruf berbaris bawah atau kasrah tetapi tidak berjumpa dengan huruf isti'la'.
Contoh: ﻓِﺮْﻋَﻮﻦَ
Bacaan ra' yang harus dikasarkan dan ditipiskan adalah apabila setiap ra' yang berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah dan kemudian berjumpa dengan salah satu huruf isti'la'.
Contoh: ﻓِﺮْﻕ
Isti'la' (ﺍﺳﺘﻌﻼ ﺀ): terdapat tujuh huruf yaitu kha' (خ), sod (ص), dhad (ض), tha (ط), qaf (ق), dan zha (ظ).
Qalqalah
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: kalkalah
Qalqalah (ﻗﻠﻘﻠﻪ) adalah bacaan pada huruf-huruf qalqalah dengan bunyi seakan-akan berdetik atau memantul. Huruf qalqalah ada lima yaitu qaf (ق), tha (ط), ba' (ب), jim (ج), dan dal (د). Qalqalah terbagi menjadi dua jenis:
Qalqalah kecil yaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu berbaris mati dan baris matinya adalah asli karena harakat sukun dan bukan karena waqaf.
Contoh: ﻴَﻄْﻤَﻌُﻮﻥَ, ﻴَﺪْﻋُﻮﻥَ
Qalqalah besar yaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu dimatikan karena waqaf atau berhenti. Dalam keadaan ini, qalqalah dilakukan apabila bacaan diwaqafkan tetapi tidak diqalqalahkan apabila bacaan diteruskan.
Contoh: ٱﻟْﻔَﻟَﻖِ, ﻋَﻟَﻖٍ
Makhraj huruf
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Makhraj
] Sifat huruf
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sifat huruf
Waqaf (وقف)
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Wakaf (tajwid)
Waqaf dari sudut bahasa ialah berhenti atau menahan, manakala dari sudut istilah tajwid ialah menghentikan bacaan sejenak dengan memutuskan suara di akhir perkataan untuk bernapas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan. Terdapat empat jenis waqaf yaitu:
ﺗﺂﻡّ (taamm) - waqaf sempurna - yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan yang dibaca secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, dan tidak memengaruhi arti dan makna dari bacaan karena tidak memiliki kaitan dengan bacaan atau ayat yang sebelumnya maupun yang sesudahnya;
ﻛﺎﻒ (kaaf) - waqaf memadai - yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, namun ayat tersebut masih berkaitan makna dan arti dari ayat sesudahnya;
ﺣﺴﻦ (Hasan) - waqaf baik - yaitu mewaqafkan bacaan atau ayat tanpa memengaruhi makna atau arti, namun bacaan tersebut masih berkaitan dengan bacaan sesudahnya;
ﻗﺒﻴﺢ (Qabiih) - waqaf buruk - yaitu mewaqafkan atau memberhentikan bacaan secara tidak sempurna atau memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat, wakaf ini harus dihindari karena bacaan yang diwaqafkan masih berkaitan lafaz dan maknanya dengan bacaan yang lain.
Tanda-tanda waqaf
Tanda mim ( مـ ) disebut juga dengan Waqaf Lazim. yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm (sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya. Tanda mim ( م ), memiliki kemiripan dengan tanda tajwid iqlab, namun sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya;
tanda tho ( ﻁ ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti.
tanda jim ( ﺝ ) adalah Waqaf Jaiz. Lebih baik berhenti seketika di sini walaupun diperbolehkan juga untuk tidak berhenti.
tanda zha ( ﻇ ) bermaksud lebih baik tidak berhenti;
tanda sad ( ﺹ ) disebut juga dengan Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak berhenti namun diperbolehkan berhenti saat darurat tanpa mengubah makna. Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya, dalam kata lain lebih diperbolehkan berhenti pada waqaf sad;
tanda sad-lam-ya' ( ﺻﻠﮯ ) merupakan singkatan dari "Al-washl Awlaa" yang bermakna "wasal atau meneruskan bacaan adalah lebih baik", maka dari itu meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik;
tanda qaf ( ﻕ ) merupakan singkatan dari "Qiila alayhil waqf" yang bermakna "telah dinyatakan boleh berhenti pada wakaf sebelumnya", maka dari itu lebih baik meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan;
tanda sad-lam ( ﺼﻞ ) merupakan singkatan dari "Qad yuushalu" yang bermakna "kadang kala boleh diwasalkan", maka dari itu lebih baik berhenti walau kadang kala boleh diwasalkan;
tanda Qif ( ﻗﻴﻒ ) bermaksud berhenti! yakni lebih diutamakan untuk berhenti. Tanda tersebut biasanya muncul pada kalimat yang biasanya pembaca akan meneruskannya tanpa berhenti;
tanda sin ( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti seketika tanpa mengambil napas. Dengan kata lain, pembaca haruslah berhenti seketika tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan;
tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) bermaksud sama seperti waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), namun harus berhenti lebih lama tanpa mengambil napas;
tanda Laa ( ﻻ ) bermaksud "Jangan berhenti!". Tanda ini muncul kadang-kala pada penghujung mahupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka tidak dibenarkan untuk berhenti dan jika berada di penghujung ayat, pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak;
tanda kaf ( ﻙ ) merupakan singkatan dari "Kadzaalik" yang bermakna "serupa". Dengan kata lain, makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul;
tanda bertitik tiga ( ... ...) yang disebut sebagai Waqaf Muraqabah atau Waqaf Ta'anuq (Terikat). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.

1. Idghom bighunnah (berdengung pada hidung) : yaitu jika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf : و م ن ي
Ketika membaca bacaan idhom bighunnah harus ditahan selama satu alif atau dua harokat.
liqowmiy - yu'minūn

2. Idghom bilāghunnah (tidak berdengung) : yaitu jika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf :ل ر
hudal - lilmuttaqīn yubayil - lanā


Ketika membaca bacaan idhom bilāghunnah tidak boleh ditahan.
Hukum bacaan Idghom trejadi hanya bila nun mati dan huruf idghom terdapat dalam dua kata yang terpisah, dan bila nun mati dan huruf idghom terdapat dalam satu kata, maka cara membacanya harus jelas suara "N"nya (Izh-har Mutlaq).
Selain jenis idghom di atas, masih ada lagi jenis idghom lainnya, yaitu :

a) IDGHOM MUTAMATSILAIN
Terjadi apabila bertemunya dua huruf yang sama makhroj dan sifatnya di mana huruf pertama mati dan huruf keduanya hidup.


b) IDGHOM MUTAJANISAIN
Terjadi apabila bertemunya dua huruf yang makhroj dan sifatnya sama/sejenis di mana huruf pertama mati dan huruf keduanya hidup..

c) IDGHOM MUTAQORAIBAIN
Terjadi apabila bertemunya dua haruf yang makhroj dan sifatnya berdekatan di mana huruf pertama mati dan huruf keduanya hidup..
Contoh :
Ba bertemu mim

tsa bertemu dzal
Qaf bertemu kaf
Ikhfa artinya menyamarkan, yaitu menyamarkan suaran nun mati atau tanwin (antara suara "N" atau "NG") sehingga menimbulkan suara berdengung di hidung bila bertemu salah satu daru huruf-huruf ikhfa. Bacaan ikhfa harus ditahan selama satu alif atau dua harokat. Adapun huruf ikhfa ada 15, yaitu :


Contoh bacaan




Iqlab artinya mengganti/menukar/membalikkan, yakni menukar/mengganti bacaan nun mati atau tanwin menjadi suara "M" dengan berdengung ketika bertemu dengan huruf ba. Bacaan iqlab harus ditahan selama satu alif atau dua harokat.
Contoh :

IHKFA SYAFAWI
Yaitu apabila mim mati bertemu dengan ba, maka membacanya dengan menyamarkan suara mim dan dengan suara dengung (ghunnah) selama satu alif atau dua harokat.
Contoh :

IZH-HAR SYAFAWI
Yaitu apabila mim mati bertemu dengan huruf-huruf selain mim dan ba, maka membacanya harus dengan jelas.
Contoh :

Adapum mim dam nun bertasydid itu dibaca dengan berdengung di hidung selama satu - satu setengah alif atau dua - tiga harokat. Hukum bacaan ini disebut WAJIBUL GHUNNAH / TAJIBUL GHUNNAH.
Hukum bacaan ro itu ada tiga macam , yaitu :
1. TAFKHIM, artinya ro dibaca tebal
RO dibaca tebal apabila dalam keadaan :
a. RO berbaris fathah/fathatain atau dhommah/dhommatai
b. RO mati/sukun dan huruf sebelumnya berbaris fathah atau dhommah
c. RO mati bila di hadapannya terdapat huruf berbaris fathah atau kasroh dan huruf sebelumnya berbaris kasroh 'aridhoh berhamzah washol (hamzal washolnya tidak dibaca)
d. RO di akhir kalimat yang berbaris fathah, dhommah/dhommatian, atau kasroh/kasrotain di akhir kalimat/ayat yang diwaqofkan (berhenti) yang didahului huruf berbaris dhoomah atau fathah.
e. RO di akhir kalimat yang berbaris fathah, dhommah/dhommatian, atau kasroh/kasrotain di akhir kalimat/ayat yang diwaqofkan (berhenti) didahului huruf selain huruf 'ya' yang berbaris mati/sukun dan didahului lagi huruf berbaris fathah atau dhommah.
2. TARQIQ, artinya ro dibaca tipis
RO dibaca tipis bila dalam keadaan :
a. RO berbaris karoh atau kasrotain
b. RO mati/sukun didahului huruf berbaris kasroh
c. RO yang berbaris fathah, dhommah/dhommatian, atau kasroh/kasrotain di akhir kalimat/ayat yang diwaqofkan (berhenti) yang didahului huruf berbaris kasroh.
d. RO bertanda hidup (kasro/kasrotain atau dhoma/dhommatain) yang didahului oleh huruf ya mati/sukun dan diwaqofkan (berhenti)
e. RO di akhir kalimat yang berbaris fathah, dhommah/dhommatian, atau kasroh/kasrotain di akhir kalimat/ayat yang diwaqofkan (berhenti) didahului huruf selain huruf 'ya' yang berbaris mati/sukun dan didahului lagi huruf berbaris kasroh.
3. TARQIQ DAN TAFKHIM, artinya ro boleh dibaca tipis atau tebal.
RO mati dan huruf sebelumnya berbaris kasroh kemudian di hadapannya ada salah satu huruf isti'la
Arti dari mad adalah memanjangkan suara suatu bacaan. Huruf mad ada tiga yaitu : ا و ي
Jenis mad terbagi 2 macam, yaitu :
1. Mad Ashli / mad thobi'i
Mad Ashli / mad thobi'I terjadi apabila :
- huruf berbaris fathah bertemu dengan alif
- huruf berbaris kasroh bertemu dengan wawu mati
- huruf berbaris dhommah bertemu dengan ya mati
Panjangnya adalah 1 alif atau dua harokat.
contoh :
2. Mad far'i
Adapun jenis mad far'i ini terdiri dari 13 macam, yaitu :
1) Mad Wajib Muttashil
Yaitu setiap mad thobi'i bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Panjangnya adalah 5 harokat atau 2,5 alif. (harokat = ketukan/panjang setiap suara)
2) Mad Jaiz Munfashil
Yaitu setiap mad thobi'i bertemu dengan hamzah dalam kata yang berbeda.
Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif).
3) Mad Aridh Lisukuun
Yaitu setiap mad thobi'i bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca waqof (berhenti).
Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif). Apabila tidak dibaca waqof, maka hukumnya kembali seperti mad thobi'i.
4) Mad Badal
Yaitu mad pengganti huruf hamzah di awal kata. Lambang mad madal ini biasanya berupa tanda baris atau kasroh tegak .
Panjangnya adalah 2 harokat (1 alif)
5) Mad 'Iwad
Yaitu mad yang terjai apabila pada a
khir kalimat terdapat huruf yang berbaris fathatain dan dibaca waqof.
Panjangnya 2 harokat (1 alif).
6) Mad Lazim Mutsaqqol Kalimi
Yaitu bila mad thobi'i bertemu dengan huruf yang bertasydid.
Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif).
7) Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi
Yaitu bila mad thobi'i bertemu dengan huruf sukun atau mati.
Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif).
8) Mad Lazim Harfi Musyba'
Mad ini terjadi hanya pada awal surat dalam al-qur'an. Huruf mad ini ada delapan, yaitu :
Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif)
9) Mad Lazim Mukhoffaf harfi ( )
Mad ini juga terjadi hanya pada awal surat dalam al-qur'an. Huruf mad ini ada lima, yaitu :
Panjangnya adalah 2 harokat.
10) Mad Layyin
Mad ini terjadi bila :
huruf berbaris fathah bertemu wawu mati atau ya mati, kemudian terdapat huruf lain yg juga mempunyai baris.
Mad ini terjadi di akhir kalimat kalimat yang dibaca waqof (berhenti).
Panjang mad ini adalah 2 - 6 harokat ( 1 - 3 alif).
1) Mad Shilah
Mad ini terjadi pada huruh "ha" di akhir kata yang merupakan dhomir muzdakkar mufrod lilghoib (kata ganti orang ke-3 laki-laki).
Syarat yang harus ada dalam mad ini adalah bahwa huruf sebelum dan sesudah "ha" dhomir harus berbaris hidup dan bukan mati/sukun.
Mad shilah terbagi 2, yaitu :
a) Mad Shilah Qashiroh
Terjadi bila setelah "ha" dhomir terdapat huruf selain hamzah. Dan biasanya mad ini dilambangkan dengan baris fathah tegak, kasroh tegak, atau dhommah terbalik pada huruf "ha" dhomir.
Panjangnya adalah 2 harokat (1 alif).
b) Mad Shilah Thowilah
Terjadi bila setelah "ha" dhomir terdapat huruf hamzah.
Panjangnya adalah 2-5 harokat (1 - 2,5 alif).
12) Mad Farqu
Terjadi bila mad badal bertemu dengan huruf yang bertasydid dan untuk membedakan antara kalimat istifham (pertanyaan) dengan sebuutan/berita.
Panjangnya 6 harokat.
13) Mad Tamkin
Terjadi bila 2 buah huruf ya bertemu dalam satu kalimat, di mana ya pertama berbaris kasroh dan bertasydid dan ya kedua berbaris sukun/mati.
Panjangnya 2 - 6 harokat (1 - 3 alif).
Qolqolah yaitu suatu hukum bacaan di mana suara dari huruf yang mati/sukun terdengar kembali atau muncul suara rangkap.
Huruf Qolqolah ada 5,
Qolqolah terbagii menjadi dua macam, yaitu :
1. Qolqolah Shughro
Terjadi apabila huruf qolqolah berbaris mati/sukun asli, dan umumnya berada di tengah kata.
2. Qolqolah kubro
Terjadi apabila huruf qolqolah berbaris hidup (fathah, kasroh, dhommah) di akhir kata kemudian dimatikan karena diwaqofkan.
Waqaf artinya berhenti, yaitu berhenti ketika membaca ayat-ayat Al-Qur'an baik di akhir ayat atau di pertengahan ayat.
Adapun tanda-tanda waqaf antara lain :


Saktah artinya berhenti sepintas/sebentar pada suatu kalimat tertentu dengan tidak melepaskan nafas. Di dalam Al-Qur'an terdapat 4 tanda saktah, yaitu :
Yasin : 52 Al-Kahfi : 1 Al-Qiyamah : 27 Al-Muthoffifin : 14

Saturday, July 2, 2011

persahabatan

saat kamu ribut sma pacar kamu dan curhat ke shabat, pasti shabat kasih saran yang terbaik buat kamu. tapi saat kamu ribut sma shabat km pacar pasti bilang uda masih bnyak tmn yang lain udah gsah maen lg sma dia. saat km mkn sma pacar terus kamu blang mau ngundang shabat km, pacar bilang, ga usah ganggu ajja. terus saat km mkn sama shabat kmu , kmau blng maun ngundang pacar km, shabat blng ajakin ajja biar seru and rame, , saat km dijauhin shabat kmu , pacar bilang uda ga usah sedih. mereka ga penting ko..tpi....... saat kamu ribut sma pacar kamu dan ptus sma pacar kmu.. sahabat bilang .. aku yakin kamu dapat yang terbaik dari dia, kita gkan tingglin km ko...
itu bukti ketulusan shabat kita..........

malaysia song

PROPOSAL PENELITIAN
 PEMANFAATAN MEDIA PRESENTASI
BERBASIS MULTIMEDIA TERHADAP HASIL BELAJAR
MAHASISWA  STIKES DHARMA HUSADA
Diajukan sebagai tugas mata kuliah metode penelitian

images.jpeg

Oleh :
Tanzeri gusali
4003090024



PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN
STIKES DHARMA HUSADA BANDUNG 2011
JL. Terusan Jakarta no 75 Antapani Bandung


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Sekolah tinggi ilmu kesehatan dharma husada bandung merupakan jenjang pendidikan teratas dalam tahap perkembangan mahasiswa khususnya dalam bidang kesehatan, pada jejang ini penggunaan teknologi, komunikasi dan informasi merupakan suatu yang perlu dalam segala aktifitas belajar mengajar, khususnya pada penggunaan komputer yang merupakan alat bantu yang kegunaannya sangat diperlukan pada berbagai bidang pendidikan khususnya di stikes dharma husada. Dalam hal ini komputer digunakan dalam hal penyajian pembelajaran yang sangat interaktif dengan digunakannya media presentasi yang berbasis multimedia.
Media presentasi merupakan salah satu media pembelajaran yang baik, pembelajaran yang baik adalah pembalajaran yang tidak membuat jenuh para mahasiswa dalam melaksanakan program belajar.maka dari itu dibuatlah model pembelajaran dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu agar pembelajaran menjadi suatu yang menyenangkan, membuat mahasiswa lebih aktif , termotivasi dan tidak jenuh atau membosankan.
Setiap mahasiswa memiliki karakteristik yang berbeda, tidak semua mahasiswa memahami setiap pelajaran dengan cepat, adakalanya seorang mahasiswa itu memahami suatu pelajaran bila apa yang dijelaskan oleh dosen dijelaskan secara visual/gambar. Hal ini merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar mahasiswa.
Dari hasil penelusuran, belum banyak penelitian mengenai pengaruh media presentasi terhadap hasil belajar mahasiswa, khususnya pada pembelajaran mahasiswa stikes dharma husada bandung.



B.     Rumusan masalah
Pembelajaran yang bermutu dapat tercapai bila proses pembelajaran dilakukan dengan efektif dan fungsional terhadap pencapaian kompetensi yang dimaksud. Media presentasi berbasis multimedia adalah salah satu jalan untuk mencapai tujuan tersebut. Bagaimana pengaruh media presentasi berbasis multi media terhadap hasil belajar mahasiswa pada berbagai mata kuliah di stikes dharma husada bandung.
C.     Tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengukur sejauh mana pengaruh media prentasi berbasis multimedia terhadap hasil belajar para mahasiswa pada berbagai mata kuliah di stikes dharma husada.
D.    Manfaat penelitian
d.1 Bagi institusi pendidikan
Sebagai bahan informasi untuk melakukan penelitian selanjutnya tentang pengaruh sarana media presentasi berbasis multimedia dan dapat menjadi bahan bacaan bagi semua mahasiswa di stikes dharma husada bandung.
d.2 Bagi peneliti
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam pengolahan penulis dalam hal melakukan penelitian khususnya dalam masalah media presentasi berbasis multimedia terhadap hasil belajar mahasiswa stikes dharma husada bandung. 




BAB II
TINJAUAN  PUSTAKA
A.    Landasan teori

1.      Media pembelajaran
Belajar merupakan hakikat dari kehidupan manusia, selama menjalankan hidup dari lahir sampai kematian menjemput,  proses pembelajaran pasti akan selalu terjadi. Belajar, merubah yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, dan yang awalnya tidak bisa menjadi bias.
Proses belajar erat kaitannya dengan media yang digunakan, yaitu alat bantu bagi mahasiswa untuk merangsang kemauan belajar mahasiswa. Adapun penjelasan makna dari kata media menurut para ahli adalah sebagai berikut:
Menurut Gagne, media adalah berbagai jenis komponen pada lingkungan mahasiswa yang dapat merangsang siswa dalam belajar. Adapun pendapat Brig gs yang menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang menyajikan pesan serta dapat merangsang siswa untuk  belajar.
Jadi pengertian dari Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan alat bantu untuk menyampaikan pesan dalam proses belajar sehingga mahasiswa teransang minat dan perhatiannya untuk belajar.
Pada proses pembelajaran, media pembelajaran berguna untuk memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbal yang hanya dengan kata-kata tertulis dan penjelasan lisan. Peranan Media pembelajaran menurut dan (1971:285) ditegaskan bahwa ada tiga keistemewaan yang dimiliki media pembelajaran yaitu:
(1) Media memiliki kemampuan untuk menangkap, menyimpan dan
menampilkan kembali suatu objek atau kejadian,
(2) Media memiliki kemampuan untuk menampilkan kembali objek atau kejadian dengan berbagai macam cara disesuaikan dengan keperluan, dan
(3) Media mempunyai kemampuan untuk menampilkan sesuatu objek atau kejadian yang mengandung makna.

2. Media presentasi berbasis Multimedia
Media presentasi merupakan salah satu bagian dari media pembelajaran yang merupakan suatu media bagi mahasiswa untuk melengkapi pada proses pembelajaran sehingga diharapkan para mahasiswa lebih memahami pelajaran yang disampaikan.
Pada dasarnya media presentasi ini digunakan untuk materi- materi yang teoritis. Media presentasi adalah penggabungan antara text, gambar, video, grafik dan suara menjadi suatu kesatuan penyajian yang menarik untuk disimak, Bahan presentasi pada komputer tersebut dipancarkan ke layar dengan menggunakan proyektor layaknya pemutaran film.
Pada penelitian ini, media presentasi menggunakan perangkat  lunak aplikasi presentasi yaitu Power Point dari Ms. Office dan  Macromedia Flash. Kedua aplikasi tersebut memungkinkan untuk membuat media presentasi berbasis multimedia yang menarik karena fitur-fiturnya sudah lebih canggih, terutama pada Macromedia Flash.

3. Hasil Belajar  
Hasil belajar seseorang ditentukan dari berbagai faktor yang mempengaruhinya, baik itu faktor internal yaitu kemampuan diri dan faktor eksternal yaitu pengaruh lingkungan sekitar.
Hasil belajar terbentuk dari dua kata yaitu ‘hasil’ dan ‘belajar’ yang masing-masing kata tersebut mengandung arti. Hasil menunjukan pada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang merubah fungsional awalnya. Dalam suatu input-proses-hasil, hasil dapat  jelas dibedakan dengan input akibat dari perubahan oleh proses. Begitu pun pada kegiatan belajar mengajar, setelah belajar mahasiswa berubah perilakunya dibanding sebelumnya.
Adapun makna belajar menurut Groun lund (1985 : 25), Belajar adalah proses dalam diri individu yang berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam perilakunya. Perubahan itu diperoleh melalui usaha (bukan karena kematangan), menetap dalam waktu yang relatif lama dan merupakan hasil pengalaman.
Belajar dilakukan untuk mengusahakan adanya perubahan perilaku pada individu yang belajar. Perubahan perilaku itu merupakan perolehan yang menjadi hasil belajar. Hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya (Winkel, 1999 : 51). Aspek perubahan itu mengacu kepada taksonomi tujuan pengajaran yang dikembangkan oleh Benjamin S. Bloom, E. Simpson dan A. Harrow (Winkel, 1999 : 244) yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
Media pembelajaran dalam hal ini media presentasi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar mahasiswa, karena bisa memberi kemudahan bagi mahasiswa untuk mempelajari materi pelajaran, sehingga menghasilkan  proses  belajar  yang  lebih baik.












BAB III  METODE PENELITIAN
A.          Kerangka konsep
Kerangka konsep adalah suatu gambaran atau  kaitannya antara konsep lainnya dari masalah yang ingin diteliti ( Notoatmojo. 2002 )
Dalam penelitian ini variabel yang diteliti adalah seluruh mahasiswa, program studi dan tinggkatannya.
Tabel 1.1
Kerangka konsep
Variabel independent                                                                  variabel dependen
Ø  Program studi
Ø  Tingakt pendidikan
media presentasi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar mahasiswa,

1.2       definis operasional
berikut ini dipaparkan mengenai  batas ruang lingkup penelitian / variabel yang diamati




Tabel 1.2
No
Variabel 
Definisi operasional
Cara ukur
Hasil ukur
1











2
Program studi











Tingkat pendidikan
- Suatu media presentasi berbasis multimedia adalah salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar baik prodi kebidanan, prodi refraksi optisi, prodi kesehatan masyarakat, prodi S1 keperawatan dan d3 keperawatan. Karna media presentasi sangat mempengaruhi dalam hal penyajian materi pembalajaran di setiap program studi distikes dharma husada bandung.
- Tinggkat pendidikan yaitu tingkat 1 dan tingkat 2 dari semua program studi.
Sedangkan alat yang digunakan adalah :
-                    komputer
-                    laptop
-                    LCD




                --

Skala ukur yang dipakai adalah
-                    Baik
-                    Cukup
-                    Kurang




                 --